BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Rabu, 18 November 2009

Kreasi Model Busana Batik


Bosan dengan desain atau Model Batik yang itu-itu saja, kini sudah tidak berlaku lagi. Belakangan, para pengelola butik dan beberapa penjualan baju batik mengkreasikan batik menjadi pakaian yang cukup trendi di masa kini. Seperti koleksi pakaian model batik milik toko Echi. Di tangannya, Resy Nasution, pemilik toko Echi, bahan batiknya dibuat menjadi pakaian ala kimono yang juga menggunakan sentuhan obi sebagai pemanis penampilan.

“Saya belum tahu mau kasih nama apa model batik koleksi saya ini, kalau dilihat dari tampilan memang mirip kimono,” seru Resy yang kabarnya mendesain sendiri model batik Oshin tersebut. Agar terlihat lebih mewah dan motif utamanya yakni batik, tetap menonjol dibanding desainnya, Resy sengaja memilih motif mencolok yang dikombinasikan dengan aksesoris yang pantas.

Uniknya, model batik Oshin milik Resy ini juga akan terlihat lebih cantik bila dipakai kalangan perkerja kantoran seperti memadukannya dengan celana panjang atau rok. Tak cuma itu, kecintaannya berpenampilan casual nan seksi, ia tuangkan pula ke pakaian batiknya dengan mendesain dress batik yang memperlihatkan keindahan punggung bagi si pemakainya.

“Dress batik ini cocok untuk dipakai dimoment apapun, saat bersantai bersama keluarga di kawasan pantai misalnya,” tuturnya ramah. Keberanian mengkreasikan model batik yang kaya akan motif dengan aneka desain dan busana sesuai fashion saat ini, justru menjadikan baju batik sebagai busana yang hanya cocok dipakai pada waktu khusus.

Tips Merawat Kebaya Unik DAn Keren

Kini kebaya tak harus melulu berkesan tua. Bisa dilihat, sekarang telah banyak rancangan kebaya modifikasi yang cocok dikenakan bahkan oleh remaja. Kebaya pun bisa dikenakan dalam berbagai acara, baik formal maupun non-formal, carilah disini Fashions House & Rumah Fashion untuk mendapatkan kebaya unik dan murah.

Memang, pakaian kebaya dengan Desain Kebaya yang mewah membutuhkan perawatan khusus. Bahannya yang biasanya merupakan brokat atau serat halus, dan dihiasi dengan berbagai payet, harus ditangani dengan berbeda.

1. Bahan dan Aplikasi
Mencuci kebaya bukanlah hal mudah. Apalagi bila Desain Gaun kebaya Anda dipenuhi dengan payet-payet yang cantik. Untuk menghindari rusaknya aplikasi payet tersebut, jangan sekali-kali mencucinya di mesin cuci, atau menguceknya.

Selain beresiko akan merusak aplikasi Desain Kebaya terutama payet, tindakan tersebut akan merusak serat kain yang halus. Untuk amannya, tak ada salahnya Anda mencucikan kebaya mewah Anda di laundry yang terpercaya, ingin mempunyai kebaya unik ? lihat disini Fashions House & Rumah Fashion.

2. Cara Mencuci
Bila Anda ingin mencuci kebaya Anda sendiri khususnya adalah Desain Gaun kebaya, Anda harus memberi perhatian lebih. Pertama-tama, rendam dalam air bersih yang telah dicampur satu sendok makan bubuk detergen. Jangan rendam terlalu lama, 10 menit saja cukup, lalu bilas sampai bersih. Untuk menjemurnya, disarankan agar menghindari sinar matahari langsung, agar Desain Kostum kebaya tetap bagus. Bahkan sebenarnya cukup diangin-anginkan sampai kering.

3. Enyahkan Noda
Kadang tanpa sengaja, kita mengotori kebaya dengan noda. Bila itu terjadi, gunakan saja air jeruk nipis tepat di atas noda. Diamkan beberapa saat sampai cukup meresap, lalu rendam bagian kebaya Anda yang bernoda tersebut.

4. Usir Ngengat
Ngengat adalah musuh pakaian. Kebaya yang sudah cukup lama Anda simpan di lemari pun bisa menjadi sasaran empuk bagi ngengat. Sesekali keluarkan koleksi kebaya yang telah lama Anda simpan dari dalam lemari dan angin-anginkan.

Untuk mengusir ngengat, jangan lupa taruh kapur barus atau kamper di lemari tempat Anda menyimpan kebaya agar Desain Kostum kebaya tetap menarik.

Mau informasi mengenai kebaya, silakan kunjungi Fashions House - Rumah Fashion - Desain Kebaya - Desain Gaun - Desain Kostum dan Desain Kebaya Fashions House: Rumah Fashion - Desain Gaun & Kostum Jakarta Barat.

Tren Baju Jepang MuLAi DI Gemari Anak Muda Indonesia


Backrest’s Article

Tren Baju Jepang Mulai Di Gemari Anak Muda

leave a comment »

Bandung yang didaulat sebagai kota mode memunculkan sedikit demi sedikit warna-warnanya yang lain. Diwadahi oleh komunitas sebuah budaya fashion pun dengan cepat menyebar khususnya di kalangan anak muda.

Seperti halnya distro yang sedang berada di puncak singgasananya, budaya Jepang dengan segala kekhasannya diberikan ruang tersendiri oleh para pecinta budaya tersebut.

Lagi-lagi komunitas yang berperan. Budaya ini pun mengakar dan menyebar hingga menjadi irisan yang tak terpisahkan dalam lingkaran budaya pop Bandung masa kini.

Fashion atau Baju Jepang menjadi bentuk paling nyata dari budaya tersebut. Maka jika berbicara distro, tak lepas dari musik underground, maka berbicara mengenai fashion baju Jepang tidak akan terlepas dari sebuah distrik di Kota Tokyo, Harajuku.

Meski tak selalu pop culturenya, tahun ini mungkin bisa dikatakan sebagai tonggak untuk lebih mengibarkan budaya tersebut di kalangan anak muda Bandung. Maka bermunculanlah tempat-tempat yang mengambil kesempatan dari tingginya minat masyarakat terhadap kekayaaan budaya Jepang yang dimulai dari kelas emperan, mal-mal, sampai outlet-outlet tertentu.

Satu per outlet-outlet fashion baju Jepang hingga perniknya untuk mengekspos budaya negeri Sakura tersebut muncul di Bandung. Tak hanya berkutat seputar budaya pop Jepang tapi juga memperkenalkan nilai-nilai tradisionalnya.

Misalnya Gaya harajuku yang diambil dari sebuah kota di distrik Kota Tokyo Harajuku disuguhkan oleh Dr G Shop yang ada di Jalan Cihampelas No 42 C.

Gaya tabrak warna dan mode yang terkesan ngawur menjadi sentuhan gaya baru sebagai wujud eksplorasi atas kebebasan berbusana. Dengan hanya satu pakem baju jepang yang dihalalkan yaitu gaya tanpa pakem.

Bahkan, Dr G mengambil beberapa busananya langsung dari Jepang. Hingga untuk harga baju jepang tak bisa dibilang main-main. Bisa berkisar di angka ratusan ribu.

Bersebelahan dengan Dr G Shop, Gonzo menawarkan hal lain. Kostum-kostum figur Jepang atau costplay menjadi tawaran. Dipersembahkan untuk para pecinta komik Jepang atau manga agar bisa menyalurkan keinginan mencicipi sebuah budaya.

Jika mengenal nama tokoh anime seperti Naruto, Sun Goo Kong atau si bajak laut dalam cerita One Pieces maka di tempat inilah anda bisa menjadi mereka. Dalam balutan kostum yang didesain begitu mirip hingga perniknya.

Apakah budaya tersebut akan menggeser kedudukan budaya lokal Sunda yang ironisnya tak menarik minat sebagian besar anak muda? Atau kelak menjadi sebuah budaya gado-gado aneka rasa yang akan membuat warna budaya lokal menjadi lebih indah, mungkin memudar bahkan menjadi bias.

Fashion Jepang MenaRik Minat Anak MUda Indonesia

Bandung yang didaulat sebagai kota mode memunculkan sedikit demi sedikit warna-warnanya yang lain. Diwadahi oleh komunitas sebuah budaya fashion pun dengan cepat menyebar khususnya di kalangan anak muda.

Seperti halnya distro yang sedang berada di puncak singgasananya, budaya Jepang dengan segala kekhasannya diberikan ruang tersendiri oleh para pecinta budaya tersebut.

Lagi-lagi komunitas yang berperan. Budaya ini pun mengakar dan menyebar hingga menjadi irisan yang tak terpisahkan dalam lingkaran budaya pop Bandung masa kini.

Fashion atau Baju Jepang menjadi bentuk paling nyata dari budaya tersebut. Maka jika berbicara distro, tak lepas dari musik underground, maka berbicara mengenai fashion baju Jepang tidak akan terlepas dari sebuah distrik di Kota Tokyo, Harajuku.

Meski tak selalu pop culturenya, tahun ini mungkin bisa dikatakan sebagai tonggak untuk lebih mengibarkan budaya tersebut di kalangan anak muda Bandung. Maka bermunculanlah tempat-tempat yang mengambil kesempatan dari tingginya minat masyarakat terhadap kekayaaan budaya Jepang yang dimulai dari kelas emperan, mal-mal, sampai outlet-outlet tertentu.

Satu per outlet-outlet fashion baju Jepang hingga perniknya untuk mengekspos budaya negeri Sakura tersebut muncul di Bandung. Tak hanya berkutat seputar budaya pop Jepang tapi juga memperkenalkan nilai-nilai tradisionalnya.

Misalnya Gaya harajuku yang diambil dari sebuah kota di distrik Kota Tokyo Harajuku disuguhkan oleh Dr G Shop yang ada di Jalan Cihampelas No 42 C.

Gaya tabrak warna dan mode yang terkesan ngawur menjadi sentuhan gaya baru sebagai wujud eksplorasi atas kebebasan berbusana. Dengan hanya satu pakem baju jepang yang dihalalkan yaitu gaya tanpa pakem.

Bahkan, Dr G mengambil beberapa busananya langsung dari Jepang. Hingga untuk harga baju jepang tak bisa dibilang main-main. Bisa berkisar di angka ratusan ribu.

Bersebelahan dengan Dr G Shop, Gonzo menawarkan hal lain. Kostum-kostum figur Jepang atau costplay menjadi tawaran. Dipersembahkan untuk para pecinta komik Jepang atau manga agar bisa menyalurkan keinginan mencicipi sebuah budaya.

Jika mengenal nama tokoh anime seperti Naruto, Sun Goo Kong atau si bajak laut dalam cerita One Pieces maka di tempat inilah anda bisa menjadi mereka. Dalam balutan kostum yang didesain begitu mirip hingga perniknya.

Apakah budaya tersebut akan menggeser kedudukan budaya lokal Sunda yang ironisnya tak menarik minat sebagian besar anak muda? Atau kelak menjadi sebuah budaya gado-gado aneka rasa yang akan membuat warna budaya lokal menjadi lebih indah, mungkin memudar bahkan menjadi bias.

FAshion Baju Pengantin Modern


PERNIKAHAN merupakan bagian dari rangkaian peristiwa dalam kehidupan. Seperti halnya perayaan ulang tahun atau pertunangan, pernikahan menjadi peristiwa yang akan bergulir dan berputar terus dalam kehidupan.

Memenuhi kebutuhan akan pesta pernikahan, May May Bridal & Foto bekerjasama dengan hotel JW Marriot mengadakan wedding exhibition dengan konsep Ever After. Konsep yang diambil dari dongeng klasik menceritakan sesuatu yang kekal abadi itu, diwujudkan dalam tema modern oriental dengan nuansa off white, gold, maroon dan violet.

Exhibition yang diadakan di Mutiara Ball Room, Pearl Restaurant dan JW Meeting Centre itu dikemas apik dengan menampilkan fashion show lebih dari 50 buah gaun pengantin dan 30 gaun pesta.

Dalam exhibition kali ini, May May Bridal mengenalkan koleksi gaun pengantin terbaru yang bertajuk Eden Bridals, Saison Blanche serta Royal Brides. Gaun pengantin Eden Bridals dari USA menggunakan bahan berkualitas yang dikerjakan sangat detail dan fit body untuk memancarkan keindahan dramatis bentuk tubuh sang pengantin (body silhouette).

Royal Brides merupakan gaun unggulan yang didesain eksklusif oleh May May Bridal. Gaun Royal Brides berkonsep limited edition, sehingga gaun yang dikenakan tidak pasaran,” beber May May Bridal ketika ditemui okezone dalam Konferensi Pers di Pearl Restaurant JW Marriot, Jakarta Selatan, Sabtu (5/4/2008).

Disebutkan olehnya, Royal Brides mengenakan material dari bahan kelas satu dilengkapi dengan lace dan kristal bermutu tinggi. Teknik jahitannya sangat memerhatikan setiap detail untuk kenyamanan pada saat digunakan. Pola desain mengikuti standar Amerika, yang mengikuti lekuk tubuh menjadikan tubuh lebih ramping dan anggun.

“Teknik jahitan dengan mengikuti standar Amerika digunakan karena lebih halus, sehingga ketika dilihat lebih dekat tampak halus dan bagian dalam tidak terlihat. Berbeda dengan teknik jahitan Hongkong yang lebih kasar,” ungkapnya.

Kesan mewah didapat dari taburan kristal Swarovski dan aksesori berwarna gold. Gemerlapnya sinar dari kristal Swarovski akan menambah keindahan dari gaun pengantin ivory, champagne, gold yang terbuat dari material pilihan seperti satin, organza, Mikado, silk dengan aksen French Lace dan Amerika Lace.

Royal Brides merupakan koleksi kami dengan tema glamour natural. Dengan ekor panjang hingga tiga meter, kesan glamour semakin diperoleh melalui pemakaian aksen diamond, kristal dan payet berukuran kecil,” jelasnya.

Desain gaun semakin apik dengan sentuhan-sentuhan warna mulai dari klasik yang didominasi silver dan gold. Bahkan untuk memenuhi pasangan yang lebih suka romantis, warna-warna lembut seperti Crystal Blue dan Baby Pink dapat dipilih.

“Kami jarang menggunakan warna putih. Karena itu, koleksi gaun terbaru kami memakai warna-warna ivory, gold mendekati light dan light blue,” papar May May Bridal yang didirikan oleh tiga bersaudara Mei Mei Tanie, Lily Tanie dan Yayang Tanie itu.

Sedangkan gaun Saison Blanche merupakan koleksi eksklusif dari May May Brides. Gaun ini merupakan koleksi couture desainer USA yang membuatnya dari material silk dan satin. Koleksi gaun-gaun dari May May Bridal ini dapat diperoleh dengan kisaran harga Rp 12,8 juta-Rp 45 juta.

Fashion BAtik Kini Menjadi Trend


Akhir-akhir ini, kalau saya perhatikan, pakaian bercorak batik atau model batik sedang populer di kalangan wanita, terutama remaja untuk pakaian sehari-hari. Sebelumnya, model batik atau pakaian batik lebih sering digunakan hanya untuk acara-acara resmi. Munculnya trend baju batik seperti ini menimbulkan 2 pertanyaan dalam benak saya; apakah ini bentuk sikap kecintaan mereka terhadap hasil karya tradisional Indonesia atau justru ini bentuk reaksi kemarahan mereka karena ada negara tetangga yang mengklaim baju batik sebagai “milik” mereka?

Saya baru menyadari betapa maraknya pakaian batik beberapa minggu yang lalu, ketika ibu saya, yang seoarang penjual batik bukan batik online , menawarkan pakaian batik dagangannya untuk saya pakai sehari-hari. Tidak biasanya, saya tidak menolak. Saya malah dengan senang hati menerimanya. Entah karena memang modelnya yang bagus sehingga saya ingin memakainya, atau entah karena tanpa saya sadari pakaian batik sudah mulai marak di kalangan remaja putri sehingga saya ingin mengikuti trend. Namun, apapun alasannya, saya mulai memakai pakaian batik sebagai pakaian sehari-hari di saat batik mulai manjadi trend.

Saya pikir, mungkin alasan orang-orang mulai gemar memakai mode batik karena mereka memang menyukainya sebagai karya bangsa. Terlebih lagi memang akhir-akhir ini model-model mode batik yang ditawarkan bisa dibilang up to date atau batik modern. Buat saya itu bagus, karena dengan begitu batik sebagai karya tradisional dari daerah-daerah di Indonesia dapat menyesuaikan diri dengan dunia masa kini sehingga mampu bersaing dengan maraknya busana barat yang juga populer. Tetapi saya jadi heran, mengapa baru sekarang batik menarik perhatian berbagai kalangan lewat desain-desainnya yang modern?

Ternyata menurut paman saya yang merupakan penjual batik dan pengusaha batik bukan batik online , yang juga baru akhir-akhir ini memproduksi batik berdesain up to date, alasan para produsen batik melakukan ini semua adalah atas dasar kejengkelan mereka terhadap Negara tetangga yang tiba-tiba mengklaim batik sebagai “milik” mereka. Mereka sebagai agen-agen penerus budaya batik Indonesia merasa sangat tersinggung dan tidak dihargai. Susah-susah mempertahankan keberadaan batik di Indonesia, tiba-tiba batik diaku Negara tetangga. Maka dari itu, untuk membuktikan bahwa batik “milik” Indonesia, mereka pun membuat pakaian batik yang berdesain batik modern untuk dipakai sehari-hari, sehingga masyarakat dapat sering memakainya.

Di satu sisi, hal itu terdengar menyenangkan, karena menunjukkan betapa para produsen itu berusaha kuat untuk membuktikan busana batik adalah milik Indonesia. Namun ada nada ironi juga di sana, karena menunjukkan bahwa kita baru bisa mempertahankan busana batik sebagai milik bangsa setelah ada yang menyerang dengan memperebutkan pengakuan kepemilikan batik. Kalau memang batik milik bangsa Indonesia, seharusnya sudah dari dulu batik digunakan sehari-hari. Tidak perlu hak paten, karena tradisi tidak ada yang asli. Namun, jika ingin memilikinya, seharusnya kita mencintai dan menjaganya sejak dulu. Kalau saja batik sudah marak digunakan sejak dulu, mungkin tidak akan ada yang berani mengakui kepemilikannya di Negara lain.

Jika ternyata maraknya pakaian batik sehari-hari adalah reaksi emosi sesaat terhadap Negara tetangga, mungkin saja ini akan menjadi trend sesaat. Ketika situasi meredam, mungkin saja orang-orang akan mulai meninggalkannya dan terbuai dengan keadaan aman bahwa kita sudah berhasil membuktikan bahwa batik adalah “milik” bangsa Indonesia. Hal ini tentu saja akan makin menimbulkan ironi, karena menunjukkan kecintaan yang begitu dangkal terhadap karya bangsa. Kecintaan hanya muncul sebagai reaksi emosional atas serangan bangsa lain.

Saya hanya bisa berharap pembuktian kecintaan masyarakat pakaian batik saat ini tidak akan mereda begitu saja ketika serangan dari Negara tetangga ikut mereda. Semoga trend batik ini tidak seperti trend mode yang tiap setahun sekali ditinggalkan dan dilupakan begitu saja, kemudian diganti dengn trend baru lagi.

Gaya FAsHion 2009

Pada tahun 2009 desain baju seperti apa ya yang sedang trend. Apakah mungkin desain kebaya yang menjadi pemimpin atau mungkin bukan desain kebaya melainkan desain kostum yang unik.

Gaya Trend desain gaun busana fashion 2009 sangat menarik akan dilihat tren desain gaun 2009 yang akan menggeser desain kostum 2008, tren busana 2009 lebih minim simpel dan muda di pakai cocok untuk gaya rambut apapun 2009. Busana 2008 kaya detail tampaknya mulai tenggelam di 2009 mendatang. Faktor ekonomi tampaknya menjadi salah satu pemicunya.

Kondisi ekonomi global saat ini sangat memengaruhi rumah fashion dalam bentukan fesyen tahun mendatang. Alhasil, karakteristik busananya lebih sederhana dan minim detail, jelas Taruna K Kusmayadi, Ketua Umum Pusat Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI).

Perancang yang kerap disapa Nuna ini menambahkan, detail berupa batu-batuan berukuran besar pun mulai menghilang dan yang lebih terekspos adalah pengolahan material. Material yang menjadi pilihan di antaranya organdi sutra, sifon, viskos, dan jersey.

Tantangan seperti inilah yang harus dihadapi masing-masing perancang untuk menyulap selembar kain menjadi busana yang menarik, sebut Nuna yang kini sibuk menyiapkan koleksi untuk pergelaran Hong Kong Fashion Week 2009 di rumah fashion nya

Nuna tampaknya juga tertantang menawarkan koleksi busana yang sangat berbeda di fashions house nya dibandingkan sebelumnya. Saat ini Nuna terlihat mengedepankan desain yang simpel, namun memiliki nilai jual tinggi.

Kali ini saya sudah tidak lagi melakukan eksperimen. Busana yang dibuat harus bisa dipakai dan laku di pasaran,” jelas Nuna yang merilis koleksi anyar di ajang “Fashion Exploration 2009″.

Di ajang pesta mode paling akbar besutan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) itu, Nuna mengambil tema koleksi “Pilgrimage”. Dia banyak menawarkan bentukan tangan kelelawar dan celana jodhpur (celana yang mengembang di bagian paha dan berkerut pada bagian bawah).

Koleksi dari fashions house ini memang bagian dari prototype yang akan disederhanakan untuk ready to wear. Biasanya tidak hanya detail yang diminimalisir, tetapi dari sisi desain juga tak serumit aslinya,” pungkas Nuna yang kali ini didukung perancang aksesoris asal Belgia, Rudy Coren.

Temukan semua fashion:
Fashions House - Rumah Fashion - Desain Kebaya - Desain Gaun - Desain Kostum dan
Desain Kebaya Fashions House: Rumah Fashion - Desain Gaun & Kostum Jakarta Barat hanya di 88DB.COM